Iklan dari 15 MB Data Per Pelanggan Telko
Pengguna layanan selular yang aktif menggunakan data tercatat rapi di dapur operator. Operator bisa bekerjasama dengan banyak pihak untuk me...
https://reviewkitabeta.blogspot.com/2014/11/iklan-dari-15-mb-data-per-pelanggan.html
Pengguna layanan selular yang aktif menggunakan data tercatat rapi di dapur operator. Operator bisa bekerjasama dengan banyak pihak untuk mengeksplorasi data tersebut misalnya untuk keperluan iklan (advertising) maupun keperluan lain yang berhubungan dengan data pelanggan. “Ada 15 MB data per pelanggan per bulan yang dapat dicapture oleh operator,” kata Mohd. Khairil Abdullah, COO Axiata Digital Services- Axiata Group saat menjadi keynote speaker di acara Dig-In 2014 Conference di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan (31/10/2014). Menurut pria pemegang gelar MA dari Universitas Cambridge dan MBA dari INSEAD Perancis ini dengan data tersebut ada peluang yang dapat dimanfaatkan bagi pengiklan' ketika seperti saat ini pengguna ponsel menyukai media sosial dan video.
“Mengkombinasikan data dari operator untuk kanal video atau social media akan membantu mengirimkan iklan digital dengan akurasi tinggi,” kata Khairil. Beberapa data yang dimiliki oleh operator adalah lokasi, jenis handset yang digunakan, jenis kelamin, penggunaan voice dan SMS, penggunaan data, browsing history, hingga social circle,” tambahnya. Dengan mengkombinasikan data tersebut, profiling per pelanggan bisa diperoleh sehingga consumer behaviour dan psikografis. Dengan data tersebut, pemahaman terhadap pelanggan dapat lebih baik dan terukur sehingga brand hingga pemasang iklan bisa mengirimkan pesan iklan dengan lebih tepat. Hal senada dikatakan oleh Citra Damayani Agus, Head of Mobile Advertising Indosat yang punya pengalaman panjang di dunia periklanan terutama FMCG (food moving consumer goods) dalam sesi berbeda. Ia mengatakan, data pelanggan yang komplet dan terukur bisa didapatkan oleh pengiklan dari data mining pelanggan yang diolah oleh operator.
Tak ayal dengan kondisi tersebut, menurut Khairil, kini dunia periklanan yang sudah mapan di Asia mesti mengembangkan iklan berdasarkan programmatic buying sehingga ekosistem yang terbangun menjadi lebih baik. Programmatic buying menjembatani kebutuhan publisher dan agencies/advertiser melalui Ad exchange dengan suplai dari data management platform (DMP). Dengan sasaran yang serba terukur dan terkomputasi dengan baik, sasaran dan pengukuran efektif tidaknya beriklan di mobile dapat pula diukur. Jadi, nanti iklan mobile pun tak salah kirim karena dari 15 MB data per pelanggan itu, profiling tiap-tiap pelanggan akan terlihat, mereka suka apa dan kira-kira bisa diberikan iklan seperti apa.
“Mengkombinasikan data dari operator untuk kanal video atau social media akan membantu mengirimkan iklan digital dengan akurasi tinggi,” kata Khairil. Beberapa data yang dimiliki oleh operator adalah lokasi, jenis handset yang digunakan, jenis kelamin, penggunaan voice dan SMS, penggunaan data, browsing history, hingga social circle,” tambahnya. Dengan mengkombinasikan data tersebut, profiling per pelanggan bisa diperoleh sehingga consumer behaviour dan psikografis. Dengan data tersebut, pemahaman terhadap pelanggan dapat lebih baik dan terukur sehingga brand hingga pemasang iklan bisa mengirimkan pesan iklan dengan lebih tepat. Hal senada dikatakan oleh Citra Damayani Agus, Head of Mobile Advertising Indosat yang punya pengalaman panjang di dunia periklanan terutama FMCG (food moving consumer goods) dalam sesi berbeda. Ia mengatakan, data pelanggan yang komplet dan terukur bisa didapatkan oleh pengiklan dari data mining pelanggan yang diolah oleh operator.
Tak ayal dengan kondisi tersebut, menurut Khairil, kini dunia periklanan yang sudah mapan di Asia mesti mengembangkan iklan berdasarkan programmatic buying sehingga ekosistem yang terbangun menjadi lebih baik. Programmatic buying menjembatani kebutuhan publisher dan agencies/advertiser melalui Ad exchange dengan suplai dari data management platform (DMP). Dengan sasaran yang serba terukur dan terkomputasi dengan baik, sasaran dan pengukuran efektif tidaknya beriklan di mobile dapat pula diukur. Jadi, nanti iklan mobile pun tak salah kirim karena dari 15 MB data per pelanggan itu, profiling tiap-tiap pelanggan akan terlihat, mereka suka apa dan kira-kira bisa diberikan iklan seperti apa.