4,9 Milyar Perangkat Terkoneksi di 2015
Pertumbuhan perangkat IoT memicu jumlah koneksi ke internet melambung. Sejumlah peluang baru dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Apa yang...
https://reviewkitabeta.blogspot.com/2014/11/49-milyar-perangkat-terkoneksi-di-2015.html
Pertumbuhan perangkat IoT memicu jumlah koneksi ke internet melambung. Sejumlah peluang baru dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Apa yang ada di benak Anda ketika produsen kulkas menawarkan kulkas pintar yang tersambung ke internet beberapa waktu lalu? Mungkin saat itu terdengar aneh. Tapi kelak tak cuma kulkas karena perangkat lain di rumah pun bisa tersambung ke internet. Mulai dari mobil, motor, AC, dan bahkan lampu rumah bakal tersambung ke internet.
Ya, berkat IoT (internet of things) yang memungkinkan beragam perangkat bisa disisipi akses ke jaringan data operator selular. Perusahaan riset teknologi Gartner, Inc memperkirakan 4,9 milyar perangkat akan terkoneksi ke internet pada 2015. Angka ini meningkat 30 persen dari 2014 dan akan terus meningkat hingga 25 milyar pada 2020. Konsep IoT menjadi faktor penting dalam transformasi bisnis dan berdampak luas pada berbagai industri. “Gerakan digital akan dipicu oleh cloud, mobile, media sosial, dan informasi. Tak ada pilihan untuk menggunakan IoT karena semuanya akan berdampak pada bisnis,” kata Jim Truly, wakil presiden Gartner seperti dikutip dari laman resmi lembaga ini.
Dampak penggunaan IoT ini terbilang luas mulai dari bisnis konsumer, otoritas pemerintahan daerah, rumah sakit dan sejumlah entitas bisnis lain. Gartner memperkirakan dukungan layanan memakai IoT senilai USD 69,5 milyar pada 2015 dan USD 263 milyar pada 2020. Koneksi ke aplikasi konsumen akan mendorong jumlah koneksi perangkat, sedangkan pendapatan akan lebih banyak dipicu dari sektor perusahaan. Diperkirakan ada 2,9 milyar koneksi akan ada di sektor konsumer pada 2015 dan terus meningkat lebih dari 13 milyar pada 2020. Sektor otomotif menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi hingga 96% di tahun depan. (lihat tabel)
Unit Internet of Things (IoT) yang diinstal berdasarkan kategori (dalam juta)
Kategori 2013 2014 2015 2020
Otomotif 96.0 189.6 372.3 3,511.1
Consumer 1,842.1 2,244.5 2.874.9 13,172.5
Generic Business 395.2 479.4 623.9 5,158.6
Vertical Business 698.7 836.5 1,009.4 3,164.4
Total 3,032.0 3,750.0 4,880.6 25,006.6
Sumber: Gartner (November 2014)
Menariknya, pada 2020 utilitas akan menempati nomor pertama, disusul untuk manufaktur dan pemakaian untuk pemerintah. “Pemerintah akan jadi ranking ketiga pengguna IoT untuk investasi di bidang smart street dan penggunaan lampu hemat energi yang dapat dikontrol pemakaiannya, “kata Tully. Sedangkan untuk utilitas, pemakaian smart meter sebagai alat untuk mengontrol pemakaian listrik dan sebagainya akan menjadi pemicu pemakaian IoT untuk sektor ini. Ke depan, perangkat terkoneksi tidak hanya untuk ATM atau mesin check-in penumpang pesawat tapi juga penemuan-penemuan baru di bidang sensor digital dan kemampuan komunikasi lebih lanjut. Penemuan-penemuan radikal dengan memanfaatkan IoT sebagai ujung tombak akan memicu pengggunaan IoT yang lebih luas.
Di sisi lain dengan bertumbuhnya IoT ini tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Banyaknya arsitektur jaringan yang melibatkan integrasi IoT, standar industri baru, dan sejumlah aplikasi baru memaksa perusahaan yang ingin menggunakan IoT untuk mengakomodir sejumlah teknologi yang berlainan dan membangun pendekatan teknologi multiplatform. Kewaspadaan terhadap keamanan data juga harus meningkat seiring sejumlah data akan terkirimkan lewat perangkat IoT. Dengan dasar itulah, maka pertumbuhan di sektor IoT harus dibarengi dengan kemampuan melihat peluang untuk menciptakan layanan baru serta mengembangkan model bisnis berdasarkan pertumbuhan tersebut.
Jadi, anekdot dulu soal smart home yang membuat rumah bisa dikontrol dari ponsel dengan menyuruh asisten rumah tangga melakukan ini itu tak akan terjadi. Cukup dari layar ponsel atau komputer, semua peralatan di rumah bisa ditangani remote dari mana dan kapan saja.
Apa yang ada di benak Anda ketika produsen kulkas menawarkan kulkas pintar yang tersambung ke internet beberapa waktu lalu? Mungkin saat itu terdengar aneh. Tapi kelak tak cuma kulkas karena perangkat lain di rumah pun bisa tersambung ke internet. Mulai dari mobil, motor, AC, dan bahkan lampu rumah bakal tersambung ke internet.
Ya, berkat IoT (internet of things) yang memungkinkan beragam perangkat bisa disisipi akses ke jaringan data operator selular. Perusahaan riset teknologi Gartner, Inc memperkirakan 4,9 milyar perangkat akan terkoneksi ke internet pada 2015. Angka ini meningkat 30 persen dari 2014 dan akan terus meningkat hingga 25 milyar pada 2020. Konsep IoT menjadi faktor penting dalam transformasi bisnis dan berdampak luas pada berbagai industri. “Gerakan digital akan dipicu oleh cloud, mobile, media sosial, dan informasi. Tak ada pilihan untuk menggunakan IoT karena semuanya akan berdampak pada bisnis,” kata Jim Truly, wakil presiden Gartner seperti dikutip dari laman resmi lembaga ini.
Dampak penggunaan IoT ini terbilang luas mulai dari bisnis konsumer, otoritas pemerintahan daerah, rumah sakit dan sejumlah entitas bisnis lain. Gartner memperkirakan dukungan layanan memakai IoT senilai USD 69,5 milyar pada 2015 dan USD 263 milyar pada 2020. Koneksi ke aplikasi konsumen akan mendorong jumlah koneksi perangkat, sedangkan pendapatan akan lebih banyak dipicu dari sektor perusahaan. Diperkirakan ada 2,9 milyar koneksi akan ada di sektor konsumer pada 2015 dan terus meningkat lebih dari 13 milyar pada 2020. Sektor otomotif menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi hingga 96% di tahun depan. (lihat tabel)
Unit Internet of Things (IoT) yang diinstal berdasarkan kategori (dalam juta)
Kategori 2013 2014 2015 2020
Otomotif 96.0 189.6 372.3 3,511.1
Consumer 1,842.1 2,244.5 2.874.9 13,172.5
Generic Business 395.2 479.4 623.9 5,158.6
Vertical Business 698.7 836.5 1,009.4 3,164.4
Total 3,032.0 3,750.0 4,880.6 25,006.6
Sumber: Gartner (November 2014)
Menariknya, pada 2020 utilitas akan menempati nomor pertama, disusul untuk manufaktur dan pemakaian untuk pemerintah. “Pemerintah akan jadi ranking ketiga pengguna IoT untuk investasi di bidang smart street dan penggunaan lampu hemat energi yang dapat dikontrol pemakaiannya, “kata Tully. Sedangkan untuk utilitas, pemakaian smart meter sebagai alat untuk mengontrol pemakaian listrik dan sebagainya akan menjadi pemicu pemakaian IoT untuk sektor ini. Ke depan, perangkat terkoneksi tidak hanya untuk ATM atau mesin check-in penumpang pesawat tapi juga penemuan-penemuan baru di bidang sensor digital dan kemampuan komunikasi lebih lanjut. Penemuan-penemuan radikal dengan memanfaatkan IoT sebagai ujung tombak akan memicu pengggunaan IoT yang lebih luas.
Di sisi lain dengan bertumbuhnya IoT ini tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Banyaknya arsitektur jaringan yang melibatkan integrasi IoT, standar industri baru, dan sejumlah aplikasi baru memaksa perusahaan yang ingin menggunakan IoT untuk mengakomodir sejumlah teknologi yang berlainan dan membangun pendekatan teknologi multiplatform. Kewaspadaan terhadap keamanan data juga harus meningkat seiring sejumlah data akan terkirimkan lewat perangkat IoT. Dengan dasar itulah, maka pertumbuhan di sektor IoT harus dibarengi dengan kemampuan melihat peluang untuk menciptakan layanan baru serta mengembangkan model bisnis berdasarkan pertumbuhan tersebut.
Jadi, anekdot dulu soal smart home yang membuat rumah bisa dikontrol dari ponsel dengan menyuruh asisten rumah tangga melakukan ini itu tak akan terjadi. Cukup dari layar ponsel atau komputer, semua peralatan di rumah bisa ditangani remote dari mana dan kapan saja.
