Gairah Pasar Phablet
Definisi kategori phablet yang membingungkan ternyata tak membuat perangkat ini dihindari masyarakat. Buktinya, tahun ini diperkirakan menya...
Definisi kategori phablet yang membingungkan ternyata tak membuat perangkat ini dihindari masyarakat. Buktinya, tahun ini diperkirakan menyalip portabel PC dan tablet pada 2015.
Mungkin dua tiga tahun lalu nama phablet tak begitu kondang. Maklum, kategori ini awalnya muncul sebagai kategori yang cukup kabur karena bisa diidentifikasi dari lebar layar. Phablet didefinisikan sebagai perangkat genggam dengan lebar lebih dari 5 inchi tetapi kurang dari 7 inchi (yang diidentikkan dengan tablet ukuran termungil).
Tapi, pasar berbicara lain. Riset terakhir dari IDC membuktikan bahwa phablet diterima oleh konsumen. Di dunia, pada 2014 ada 175 juta unit phablet yang dikapalkan dan melewati angka pengapalan portabel PC yang mencapai 170 juta unit pada tahun ini. Di tahun depan , diperkirakan akan ada 318 juta unit phablet yang dikapalkan atau melebihi angka tablet yang diperkirakan hanya akan dibuat sekitar 233 juta unit pada 2015. “Ketika Apple juga masuk ke pasar ini, perhatian pada phablet sebagai smartphone ukuran lebar menjadi sesuatu yang normal,” kata Melissa Chau, Senior Research Manager di IDC seperti dikutip dari siaran resmi lembaga riset ini. Dalam perhitungan IDC, pangsa pasar phablet akan tumbuh dari 14% pada tahun ini menjadi 32,2% dari total pasar smartphone dunia pada 2018.
Saat pasar smart connected devices mulai matang dan pasar di negara-negara yang sedang berkembang menjadi pemicu pertumbuhan penggunaan smartphone, pasar phablet dan smartphone tetap sama-sama tumbuh. Pada 2014 contohnya IDC memperkirakan 70% pasar ponsel dunia disumbang oleh smartphone. Persentase itu terus tumbuh dan ramalannya pada 2018 akan menjadi 75,6%. Dalam studi itu juga disebutkan bila beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat biasa memiliki kombinasi antara komputer, tablet, dan smartphone. Di tempat lain seperti di negara-negara Asia smartphone, tak peduli seberapa besar layarnya- menjadi salah satu perangkat yang dipilih untuk terkoneksi ke internet. Faktor lain yang juga tak kalah berpengaruh adalah bagaimana harga phablet dan smartphone yang terus turun sehingga memacu tren ini. Pada 2013, dalam hitungan IDC, rata-rata harga phablet adalah US$568 sedangkan smartphone US$320, sedangkan pada 2014 harganya masing-masing turun menjadi US$397 dan US$291.
Menurut Tom Mainelli, Program Vice President ICD Device and Display, ke depan pergeseran yang terjadi adalah smartphone akan punya layar yang lebih besar, sedangkan tablet akan semakin bagus kinerjanya untuk mengganti komputer pribadi. Selain itu, pasar jam tangan cerdas juga akan makin meriah. “Jelas, era mobile computing membuat konsumen mencoba menggabungkan berbagai perangkat dan ukuran layar akan menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan terbaik konsumen,” jelas Tom Mainelli. Dalam konteks Indonesia, phablet memang menjadi salah satu alternatif bagi konsumen ketika memilih perangkat mobile meskipun banyak pula yang tak sadar ada kategori pembeda dari smartphone yang ada. “Saya pengin punya smartphone tapi layarnya luas. Itu saja sih alasannya,” tukas Widiastuti (22 th), seorang mahasiswi yang selalu lekat dengan sebuah produk keluaran vendor smartphone Korea Selatan ketika ditemui di kantin sebuah universitas di Jakarta.
Alhasil, tak mengherankan bila lantas phablet atau smartphone dengan layar lebih luas dari kebanyakan smartphone semakin digandrungi.
[caption id="attachment_7731" align="alignnone" width="300"]