Meniti Ombak di Tahun Politik

Tahun ini bisa menjadi tahun yang berat bagi industri telekomunikasi. Hantaman pemanasan mulai terlihat di akhir tahun ketika nilai tukar ru...

pemilu-2014-logo-300x196Tahun ini bisa menjadi tahun yang berat bagi industri telekomunikasi. Hantaman pemanasan mulai terlihat di akhir tahun ketika nilai tukar rupiah makin loyo terhadap mata uang asing, terutama dollar Amerika. Alhasil, berbagai kalangan di industri selular mesti berjibaku menyelamatkan bisnis mereka. Operator misalnya yang memperoleh pendapatan dari rupiah sementara investasi dan hutang dalam dollar Amerika menjerit karena beban makin berat. Bayangkan bila dollar naik 20% saja, maka beban hutang maupun investasi juga naik serupa. Bagi operator, dari kenaikan itu saja hitungannya bisa ratusan milyar.

Itu baru operator. Industri pendukung perangkat selular seperti aksesoris  juga merasakan hal serupa. Karena mereka berjualan dalam rupiah, sementara kulakan menggunakan mata uang asing dengan pembayaran mundur ke belakang beberapa bulan, turunnya nilai rupiah juga membuat mereka kalang kabut. Bahkan bila keadaan ini tidak berubah dalam jangka waktu lama bisa-bisa perusahaan penyedia aksesoris ponsel akan terus menyusut karena tak kuat menanggung selisih kurs.

Tapi, bisnis di sektor telekomunikasi memang masih menarik. Selain pasarnya yang luar biasa besar, komunikasi via selular sudah menjadi gaya hidup tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. Jadi, meskipun ada hantaman kurs rupiah, berbagai jenis perusahaan di sektor telekomunikasi memang bertumbangan, tetapi dalam waktu singkat akan pulih dan jumlahnya tidak akan surut. Sejarah mencatat bagaimana ketika terjadi krisis di Indonesia, ada perusahaan yang berani meniti ombak tersebut, dalam waktu singkat menjadi raksasa di industri telekomunikasi. High pain high gain.

 

Related

Analysis 3106118490871680512

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item