Menelepon di Pesawat Tak Lagi Bahaya
Anda kerap kesal gara-gara ponsel berdering bergantian sesaat setelah pesawat terbang landing gara-gara aturan keselamatan dilanggar ber...
https://reviewkitabeta.blogspot.com/2014/09/menelepon-di-pesawat-tak-lagi-bahaya.html
Anda kerap kesal gara-gara ponsel berdering bergantian sesaat setelah pesawat terbang landing gara-gara aturan keselamatan dilanggar berjamaah? Sebentar lagi itu bukan lagi masalah karena Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) memutuskan bahwa penggunaan ponsel tidak menimbulkan resiko bagi keselamatan pesawat.
Saat ini aturan keselamatan penerbangan memang mengharuskan pengguna ponsel harus mengaktifkan mode pesawat pada saat mulai terbang ataupun mendarat. Tentu konsekuensinya adalah pengguna tak bisa menggunakan fitur ponsel yang terhubung ke jaringan selular. Yang bisa dipakai adalah fitur yang tak ada hubungannya dengan jaringan selular baik SMS, voice, maupun data. Tapi menurut Telegraph EASA bakal menerbitkan petunjuk baru yang memungkinkan maskapai penerbangan untuk mengubah peraturan mereka dan memungkinkan ponsel digunakan pada seluruh penerbangan.
Untuk mencapai kondisi itu, maskapai akan dinilai untuk memastikan bahwa sistem pesawat tidak terpengaruh oleh sinyal transmisi. Pekerjaan rumah lainnya adalah perlu tambahan peralatan untuk menyediakan sinyal pemancar agar saat pada ketinggian jelajah ponsel masih bisa terhubung. Meskipun memang saat ini layanan seluler pada saat jelajah pesawat disediakan sebagai layanan premium di maskapai-maskapai besar dunia, tetap saja saat akan take-off maupun landing, berponsel adalah aktivitas yang sangat dilarang. “Kedua tahap penerbangan itu memang fase kritis. Anda ingin memastikan bahwa keselamatan tidak terganggu dengan cara apapun,” kata juru bicara EASA Ilias Maragakis. Aturan kemananan baru itu untuk memastikan layanan penerbangan mampu tertangani dari gate to gate. Diperkirakan waktu dua bulan bagi penerbangan pertama yang lulus penilaian keamanan baru ini.
Saat ini aturan keselamatan penerbangan memang mengharuskan pengguna ponsel harus mengaktifkan mode pesawat pada saat mulai terbang ataupun mendarat. Tentu konsekuensinya adalah pengguna tak bisa menggunakan fitur ponsel yang terhubung ke jaringan selular. Yang bisa dipakai adalah fitur yang tak ada hubungannya dengan jaringan selular baik SMS, voice, maupun data. Tapi menurut Telegraph EASA bakal menerbitkan petunjuk baru yang memungkinkan maskapai penerbangan untuk mengubah peraturan mereka dan memungkinkan ponsel digunakan pada seluruh penerbangan.
Untuk mencapai kondisi itu, maskapai akan dinilai untuk memastikan bahwa sistem pesawat tidak terpengaruh oleh sinyal transmisi. Pekerjaan rumah lainnya adalah perlu tambahan peralatan untuk menyediakan sinyal pemancar agar saat pada ketinggian jelajah ponsel masih bisa terhubung. Meskipun memang saat ini layanan seluler pada saat jelajah pesawat disediakan sebagai layanan premium di maskapai-maskapai besar dunia, tetap saja saat akan take-off maupun landing, berponsel adalah aktivitas yang sangat dilarang. “Kedua tahap penerbangan itu memang fase kritis. Anda ingin memastikan bahwa keselamatan tidak terganggu dengan cara apapun,” kata juru bicara EASA Ilias Maragakis. Aturan kemananan baru itu untuk memastikan layanan penerbangan mampu tertangani dari gate to gate. Diperkirakan waktu dua bulan bagi penerbangan pertama yang lulus penilaian keamanan baru ini.
