Big Data : Peluang Bagi Data Scientist

Sebuah studi dari IDC tentang digital universe pada 2012 menunjukkan bahwa data akan mencapai volume 40 zettabytes atau setara dengan 45 mil...

Sebuah studi dari IDC tentang digital universe pada 2012 menunjukkan bahwa data akan mencapai volume 40 zettabytes atau setara dengan 45 milyar gigabyte pada 2020. Angka ini setara dengan pertumbuhan hingga 50 kali dalam satu dekade terakhir. Data ini berkembang dari berbagai sektor seperti transaksi keuangan, catatan medis, ponsel, dan media sosial serta mesin-mesin lain yang tersambung ke internet.

Dengan kondisi seperti itu, data tentu perlu diperdalam sehingga dapat memanfaatkan data yang berlimpah tersebut. Ilmuwan data atau data scientist akan jadi talenta yang dibutuhkan ke depan. Ilmuwan data tidak sekadar pintar coding tetapi punya berbagai kemampuan seperti fisika, matematikan, dan bahkan astrofisika. Studi dari konsultan terkemuka dunia McKinsey misalnya memperkirakan kebutuhan Amerika Serikat pada ilmuwan data mencapai 190 ribu orang pada 2018.

Tetapi apa yang terjadi di Inggris agak berbeda. Analitis data yang mendasarkan diri pada ilmu-ilmu dasar seperti matematika, sains dan komputer semakin tidak diminati oleh anak muda. Studi dari Royal Academy of Engineering menunjukkan bahwa Inggris butuh 1,25 juta ilmuwan yang terkonsentrasi pada teknologi, rekasaya dan matematika pada 2020. Sementara pilihan anak-anak muda malah semakin tidak populer dengan ilmu pasti dan dipastikan akan terjadi digital gap yang jelas akan memasukkan talenta dari luar negeri yang memiliki prasyarat kemampuan tersebut.

Kalau negara maju saja sudah prihatin dengan minat menjadi ilmuwan ilmu sains, bagaimana dengan Indonesia kelak ketika big data juga merambah Indonesia?

Related

Newsflash 1455054097460758745

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item