Tarif Data Luwes Untuk Smartphone
Konsumen data menginginkan pilihan tarif baru untuk smartphone. Opsi yang mengemuka adalah tarif yang terkontrol dan lebih personal. Tari...
https://reviewkitabeta.blogspot.com/2014/09/tarif-data-luwes-untuk-smartphone.html
Konsumen data menginginkan pilihan tarif baru untuk smartphone. Opsi yang mengemuka adalah tarif yang terkontrol dan lebih personal.
Tarif data selalu menarik dibicarakan. Kalau selama ini operator mengeluh pihaknya belum bisa mengembalikan biaya investasi dari penjualan data, konsumen sebagai pengguna data pun punya keinginan lebih. Ya, mereka butuh pilihan tarif data yang lebih fleksibel dan bersahabat dengan kebutuhan. Fakta itu yang setidaknya tergambar dari riset yang dilakukan Strategy Analytics. Lembaga ini menyatakan bahwa opsi tarif data baru yang lebih personil dan mampu mengontrol pemakaian personal menjadi pilihan. Dalam sebuah survei, Strategy Analytics mengklaim bahwa 60% pengguna smartphone ingin bisa mengkustomisasi paket data. 50% responden tertarik pada kemampuan membeli data secara langsung dari ponsel secara real-time. “Operator berfokus pada monetisasi trafik data dan membangun pilihan tarif berdasarkan pemahaman keinginan dan segmentasi konsumen sebagai elemen dasar dari perolehan pendapatan baru,” kata Susan Welsh de Girimaldo, Wireless Operator Strategies dari lembaga riset tersebut. Sedangkan menurut Phil Kendall, Executive Director Wireless Operator Strategies, layanan yang dapat diakses sendiri oleh pelanggan seperti mengecek pemakaian data secara real-time akan jadi tambahan opsi menarik bagi konsumen karena mereka dapat melihat kelebihan penggunaan data dan menghindari kena biaya berlebihan,” ujarnya. Pada riset Strategy Analytics itu, 60% pengguna ponsel menginginkan kustomisasi paket data dengan ketertarikan tertinggi di Cina (74%), Amerika Serikat (67%), dan Inggris (58%).50% pelanggan tertarik pada monitor penggunaan data secara real time sekaligus dapat membeli paket data langsung. Khusus di ina, ketertarikan pada pilihan akses unlimited kepada social network terpantau hingga 62% sementara di Perancis lebih dari dua kali lipat pengguna menginginkan tetap bisa tersambung ke jaringan data dengan kecepatan lebih rendah bila limit data terlampaui dari rencana pembelian. Di Jerman, lebih dari seperempat pengguna ponsel membeli paket data tambahan. Sedangkan di Spanyol, 45% tertarik pada rencana seleksi berapa menit browsing video dan musik daripada membeli paket dalam jumlah MB atau GB.
Lantas, apakah kondisi di Indonesia serupa? Ya, dari riset yang dilakukan SELULAR pada tahun lalu misalnya kebanyakan orang memilih paket unlimited baru disusul dengan volume based. Pagu kapasitas data yang diperoleh konsumen pun diharapkan lebih besar sekitar > 5 Gb. Ini artinya masyarakat butuh akses data yang tidak hanya murah dari sisi harga tetapi juga punya kapasitas besar. Lalu, bagaimana dengan keluhan operator yang tak kunjung peroleh pengembalian investasi dari data? Waktu yang akan menjawab.
Tarif data selalu menarik dibicarakan. Kalau selama ini operator mengeluh pihaknya belum bisa mengembalikan biaya investasi dari penjualan data, konsumen sebagai pengguna data pun punya keinginan lebih. Ya, mereka butuh pilihan tarif data yang lebih fleksibel dan bersahabat dengan kebutuhan. Fakta itu yang setidaknya tergambar dari riset yang dilakukan Strategy Analytics. Lembaga ini menyatakan bahwa opsi tarif data baru yang lebih personil dan mampu mengontrol pemakaian personal menjadi pilihan. Dalam sebuah survei, Strategy Analytics mengklaim bahwa 60% pengguna smartphone ingin bisa mengkustomisasi paket data. 50% responden tertarik pada kemampuan membeli data secara langsung dari ponsel secara real-time. “Operator berfokus pada monetisasi trafik data dan membangun pilihan tarif berdasarkan pemahaman keinginan dan segmentasi konsumen sebagai elemen dasar dari perolehan pendapatan baru,” kata Susan Welsh de Girimaldo, Wireless Operator Strategies dari lembaga riset tersebut. Sedangkan menurut Phil Kendall, Executive Director Wireless Operator Strategies, layanan yang dapat diakses sendiri oleh pelanggan seperti mengecek pemakaian data secara real-time akan jadi tambahan opsi menarik bagi konsumen karena mereka dapat melihat kelebihan penggunaan data dan menghindari kena biaya berlebihan,” ujarnya. Pada riset Strategy Analytics itu, 60% pengguna ponsel menginginkan kustomisasi paket data dengan ketertarikan tertinggi di Cina (74%), Amerika Serikat (67%), dan Inggris (58%).50% pelanggan tertarik pada monitor penggunaan data secara real time sekaligus dapat membeli paket data langsung. Khusus di ina, ketertarikan pada pilihan akses unlimited kepada social network terpantau hingga 62% sementara di Perancis lebih dari dua kali lipat pengguna menginginkan tetap bisa tersambung ke jaringan data dengan kecepatan lebih rendah bila limit data terlampaui dari rencana pembelian. Di Jerman, lebih dari seperempat pengguna ponsel membeli paket data tambahan. Sedangkan di Spanyol, 45% tertarik pada rencana seleksi berapa menit browsing video dan musik daripada membeli paket dalam jumlah MB atau GB.
Lantas, apakah kondisi di Indonesia serupa? Ya, dari riset yang dilakukan SELULAR pada tahun lalu misalnya kebanyakan orang memilih paket unlimited baru disusul dengan volume based. Pagu kapasitas data yang diperoleh konsumen pun diharapkan lebih besar sekitar > 5 Gb. Ini artinya masyarakat butuh akses data yang tidak hanya murah dari sisi harga tetapi juga punya kapasitas besar. Lalu, bagaimana dengan keluhan operator yang tak kunjung peroleh pengembalian investasi dari data? Waktu yang akan menjawab.